Perbedaan AKM dan UN ini Wajib Banget Kamu Ketahui Sebelum Lulus!

2 min read

AKM vs UN

Kamu udah tahu apa itu AKM? Jangan sampai nggak tahu lho. AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum adalah penilaian yang dilakukan kepada siswa sebagai pengganti UN sob.

Jadi buat kamu yang lagi membaca tulisan ini udah tau ya soal AKM karena memang sedang diterapkan dan dilakukan di sekolah-sekolah. Sempet denger juga kan kalau UN bakal dihapuskan? Nah itu lah akhirnya digantikan dengan AKM. Tujuannya yaitu untuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada sobat.

Nah sekarang kita bakal mengulik nih apa aja sih perbedaan AKM dan UN ini? Kira-kira sama nggak ya? Atau cuma ganti nama aja? Langsung aja deh kita simak di bawah ini ya penjelasannya!

Jenjang Penilaian/Pendidikan

Penilaian
sumber: tintapendidikanindonesia.com

Dalam jenjang ini, perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah siapa aja yang akan mengalami AKM. Kalau sebelumnya UN digunakan untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/MA dan SMK sederajat. Maka AKM kali ini memasukkan juga jenjang SD/MI atau Paket A.

Nah gampang kan bedainnya? Cuma penambahan jenjang SD aja kok. UN itu nggak ada di SD tapi kalau AKM ada di SD. Jadi semua jenjang mengalami AKM nantinya. Gunanya adalah untuk meningkatkan kualitas siswa dan pendidikan sedini mungkin.

Level Peserta atau Siswa

Nah perbedaan kedua adalah level peserta atau gampangnya kelas berapa aja yang mengalami UN maupun AKM.

Kalau pada UN atau Ujian Nasional, siswa yang melaksanakan adalah yang berada di tingkat akhir misal kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA. Jadi hanya tingkat akhir aja ya sob.

Kalau AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum nggak hanya di tingkat akhir tapi nggak semua level peserta. Gimana tuh? Jadi gampangnya adalah pada AKM ini siswa yang harus mengikutinya adalah kelas 5 Sd, 8 SMP, dan 11 SMA. Jadi hanya satu tingkat di bawah kelas akhir yang harus mengikuti AKM.

Subjek Murid atau Peserta

Dalam hal berikutnya ini, Ujian Nasional masih dipakai sebagai instrumen buat melakukan sensus seluruh siswa di tingkat nasional.

Namun, UN digunakan sebagai instrumen survei pada seluruh siswa tingkat akhir. Jadi misal kamu kelas 9 SMP maka seluruh temanmu yang juga kelas 9 akan disurvei.

Kalau AKM nggak kaya gitu sobat. Nggak semua murid atau siswa disurvei. Tapi cuma beberapa aja, yang dijadiin sampel untuk survei.

Tingkatan Asesmen atau Jenis Tes

Jenis tes
sumber: tes.com

Pasti kalian yang udah lulus keinget deh kalau UN jadi penentu yang penting banget untuk kelulusan. Kalau nilai UN di bawah standar bisa –bisa nggak bakal lulus tuh. Nah sistem yang seperti itu namanya adalah higstake alias penentu kelulusan.

Kalau AKM bukan highstake, Sob. AKM termasuk ke dalam jenis lowstake atau bukan penentu kelulusan. Jadi AKM ini seperti tahap awal penilaian untuk nantinya bakal digabungin sama tes yang mirip UN dan highstake. Jadi AKM ini bukan penentu kelulusan, penentunya adalah akumulasi dari berbagai faktor.

Model Soal 

Kalau Ujian Nasional bentuk soal yang ada yaitu pilihan ganda dan isian singkat buat jenjang SMA dan SMK. Sedangkan AKM model soalnya lebih beragam mulai dari pilihan ganda, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.

Periode Asesmen atau Ujian

UN biasanya berlangsung selama 4 hari. Berbeda denga AKM yang lama ujiannya termasuk lebih singkat dari UN yaitu hanya 2 hari saja, Sob. 

Model Pelaksaan

UN dulunya dilakukan dengan manual namun seiring waktu dan perkembangan teknologi ada juga UN yang berbasis komputer yang mulai dilakukan pada tahun 2016 silam.

Kalau AKM kali ini dilakukan dengan sistem semi daring. Namun ada tiga jenis metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu online, full online supervised, dan offline  untuk sekolah tertentu.

Metode Penilaian

Metode penilaian ini terpengaruh oleh model pelaksanaan. Penilaian UN dilakukan dengan cara computer based test. 

Sedangkan AKM menggunakan metode penilaian dengan cara computerized multistage adaptive testing. 

Spesifikasi Minimal Infrastruktur Sekolah

Spesifikasi
sumber: https://www.pcprofessionale.it/

Untuk melaksanakan UN dan AKM, sekolah harus memiliki spesifikasi minimal dalam hal infrastruktur. 

Sekolah yang akan melakukan UN harus memiliki server sekolah, komputer client, dan Bandwith 1Mbps. Dalam AKM juga ada spesifikasi minimal seperti perangkat yang digunakan haruslah memori 2 GB, Windows 7 ke atas, resolusi, 1024 x 720, chrome OS dan bandwith untuk 15 client dengan kecepatan 12Mbps.

Nah itulah sobat beberapa perbedaan AKM dan UN? Ngga terlalu beda jauh kan? Gimana sob udah menyiapkan diri dengan belajar untuk menyongsong AKM? Meskipun bukan penentu kelulusan tatap aja ya jangan malas belajar biar dapat nilai yang bagus dan tinggi. Kalau udah dapat nilai yang bagus jadi enak deh nanti buat mencari beasiswa atau masuk ke sekolah maupun kampus impian.

Referensi:

Perbedaan UN dan AKM yang Perlu Diketahui – Wisatasia.id

9 Perbedaan AKM dan UN yang Wajib Kamu Tahu – Zenius Blog

Siswa dan Orangtua, Pahami Perbedaan UN dengan AKM Halaman all – Kompas.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *