Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi, Simak Biar Kamu Bisa Menulisnya

2 min read

kebahasaan teks diskusi

Apa sih yang ada dipikiran kalian kalau melihat beberapa orang sedang berbicara dan berargumen? Mungkin mereka sedang diskusi ya so. Kamu juga pasti melakukan yang namanya diskusi kan sob. Baik itu di kelas maupun di tempat lain.

Banyak hal yang bisa memicu diskusi terutama karena adanya topik yang dibicarakan bersama tapi terdapat beberapa perbedaan pendapat di dalamnya. Nah kalau kamu pernah berdiskusi soal apa nih? Dan kamu sadar nggak sih kalau diskusi itu kebanyakan lisan, ternyata diskusi itu bisa ditulis lho dalam sebuah teks bernama teks diskusi.

Terus gimana caranya nulis teks dikusi ya? Pastiin dulu kamu paham dan tahu mengenai kaidah kebahasaannya di bawah ini ya sob!

Apa Sih Teks Diskusi Itu? 

Teks-Diskusi-Adalah
sumber: pengajar.co.id

Teks diskusi adalah sebuah teks atau tulisan yang memberikan dua pendapat atau lebih mengenai sebuah hal. Dalam teks diskusi ini ada pro dan kontra. Pro yaitu yang setuju dan sejalan dan kontra adalah kebalikannya atau yang tidak setuju dan sejalan.

Definisi lain juga menjelaskan bahwa teks diskusi adalah tulisan yang membahas sebuah isu dan disertai dengan argumen baik yang mendukung maupun menentang dari pernyataan yang ada. 

Struktur Teks Dikusi Apa Aja Sih?

  • Isu

Yang pertama adalah isu, kata isu diartikan sebagai sebuah hal atau masalah yang sedang terjadi di sekitar. Dalam teks diskusi isu memuat gambaran secara umum tentang fenomena yang sedang terjadi yang akan dibahas dalam kegiatan diskusi.

  • Argumen Pendukung

Seperti beberapa jenis teks lainnya, teks diskusi mempunyai dasar-dasar argumen. Karena dalam teks ini ada pihak yang setuju dan tidak maka dari itu muncullah deh yang namanya argumen pendukung. Yaitu argumen yang mendukung isu pokok permasalahan. Setelah menuliskan argumen pendukung penulis bisa menyampaikan pendapatnya dari sudut pandangnya sendiri disertai dengan alasan-alasan.

  • Argumen Penentang

Selanjutnya adalah argumen penentang, yaitu berisi argumen yang berbeda pandangan bahkan bertolak belakang dari argumen pendukung. Dalam tahap ini penulis dapat menjelaskan pendapat serta alasannya nih sob mengapa menentang pokok permasalahan yang sedang dibahas.

  • Kesimpulan

Setelah menyampaikan ketiga hal di atas maka ditariklah nih yang namanya kesimpulan. Yaitu hasil akhir dan rekomendasi mengenai sebuah hal dari isu yang dibahas dan biasanya berisi jalan tengah antara pro dan kontra yang ada.

Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi

kaidah kebahsaan teks diskusi
sumber: cuitandokter.com

Dalam teks diskusi ada beberapa unsur kebahasaan dan kaidah kebahasaan yang harus kamu perhatikan nih sob. Karena hal itu juga menjadi ciri-ciri dari adanya teks diskusi.

  • Konjungsi

Yang paling menonjol dalam unsur kebahasaan teks diskusi adalah adanya konjungsi yang dibagi menjadi dua yaitu konjungsi pertentangan dan konjungsi perbandingan.

Konjungsi pertentangan yaotu kata atau ungkapan yang meghubungkan antar kata, antar frasa, dan antar klausa juga antar kalimat dalam teks diskusi. Kongjungsi-konjungsi itu adalah sedangkan, tetapi, melainkan. Contohnya: 

Akhmad akan pergi ke Eropa, sedangkan Yono pergi Cina. 

Presiden itu ingin membagikan vaksin gratis, tetapi  masih menemukan banyak kendala.

Dia bukanlah seorang penyair, melainkan seorang petapa. 

Kedua adalah konjungsi perbandingan, fungsinya adalah untuk membandingkan dua hal yang ada dalam sebuah teks diskusi. Konjungsi-konjungsi itu adalah lebih  dan daripada. Contohnya: Penulis novel itu lebih suka berangan daripada bekerja mencari uang.

  • Modalitas

Apa sih modalitas itu? Modalitas adalah kata yang bisa dan biasa menunjukkan sikap dari penulisnya sob. Maksudnya adalah jika dalam teks diskusi ada argumen maka modalitas ini menunjukkan ke mana arah sikap penulisnya. Biasanya menggunakan kata-kata seperti, harus, akan, ingin, dan mungkin. 

  • Kata Rujukan

Dalam teks diskusi harus ada informasi yang utuh dan benar nih sob. Maka dari itu kalimat harus tersusun secara terpadu. Caranya adalah dengan menggunakan kata rujukan seperti hal ini, tersebut, mereka, dan –nya. 

Analisis dan Contoh Teks Diskusi

(1) Isu: Keharusan masyarakat Indonesia untuk beralih ke kendaraan umum memunculkan beragam tanggapan. Isu itu muncul terkait dengan semakin banyaknya kendaraan pribadi yang diduga sebagai sumber kemacetan yang terjadi di hampir setiap ruas jalan raya.

(2) Argumen Pendukung: Kelompok pendukung kebijakan itu, antara lain, berpendapat sebagai berikut. Masyarakat yang berpindah ke kendaraan umum akan mengurangi risiko kemacetan lalulintas di jalan raya. Biaya lebih murah jika dibandingkan dengan kendaraan pribadi untuk mengurangi risiko polusi udara. Mengurangi jumlah konsumsi BBM yang secara tidak langsung mencegah kelangkaan BBM.

(3) Argumen Penentang: Selain itu, ada pula pihak-pihak yang tidak sependapat apabila kebijakan itu dikeluarkan. Mereka memiliki pandangan sebagai berikut. Memiliki kendaraan pribadi tentu membuat para pengendara tidak lagi kesulitan untuk melakukan perjalanan melalui rute perjalanan yang diinginkan. Lain halnya jika kita menggunakan kendaraan umum seperti bus atau kereta api yang mengharuskan melalui rute perjalanan yang telah ditentukan. Melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi terasa lebih aman dibandingkan menggunakan kendaraan umum.

(4) Kesimpulan: Berdasarakan pendapat-pendapat tersebut, dapatkah disimpulkan bahwa penggunaan kendaraan pribadi akan lebih baik dikurangi, bukan berarti dilarang sama sekali. Dengan pembatasan tersebut diharapkan jumlah kendaraan jalan raya bisa menurun dan kemacetan pun bisa teratasi.

Referensi: 

Teks Diskusi: Pengertian, Struktur & Kaidah Kebahasaan | Bahasa Indonesia Kelas 9 (ruangguru.com)

Teks Diskusi : Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal (paket-wisatabromo.com) Teks Diskusi : Pengertian, Contoh, Struktur, Ciri, Jenis (gurupendidikan.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.