Biografi Ibnu Sina, Sang Bapak Kedokteran dan Inspirasi Dunia

2 min read

Ibnu Sina

Dari zaman dahulu hingga sekarang kalian udah pada tahu kan kalau ilmuwan itu banyak banget. Mulai dari penemu lampu, listrik, mesin uap, rumus matematika, filsafat dan lain-lainnya. Mereka membawa pemikirannya soal dunia dan ilmu pengetahuan untuk kepentingan kehidupan manusia.

Salah satu yang terkenal adalah Ibnu Sina. Kayanya nggak asing ya sama nama itu. Namanya emang udah terkenal kok sob bahkan sampai sedunia. Wah pastinya nggak diragukan lagi ya Ibnu Sina ini. 

Biar tahu gimana biografinya, yuk simak aja langsung kisah dan riwayat hidup dari Ibnu Sina di bawah ini.

Biodata Ibnu Sina

Nama: Abu `Ali al-Husain ibnu `Abdillah ibn Hasan ibnu `Ali Sina

Dikenal: Ibnu Sina, Avicenna

Nama Lain: Sharaf al-Mulk, Hujjat al-Haq, Sheikh al-Rayees

Lahir: Afshona, Uzbekistan, 22 Agustus 980 M

Wafat: Hamedan, Iran, Juni 1037

Orang Tua: Abdullah (ayah), Setareh (ibu)

Julukan: Bapak Kedokteran Modern

Biografi Ibnu Sina

biografi ibnu sina
sumber: kompasiana.com

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penulis yang produktif yang sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan kedokteran. Bagi banyak orang, dia adalah “Bapak Kedokteran Modern”. Karyanya yang sangat terkenal adalah al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Nama lengkap beliau adalah Abu `Ali al-Husain ibnu `Abdillah ibn Hasan ibnu `Ali Sina. Namun dunia megenalnya dengan nama Ibnu Sina atau Aviciena. Ia lahir pada tahun 370 Hijriyah atau 980 SM di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara di wilayah Uzbekistan.

Ibnu Sina merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dokter, dan penulis aktif yang lahir pada zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks dari zaman Yunan dan zaman Plato setelah itu diterjemahkan lebih banyak dan jauh lebih berkembang ketika berada dalam tangan ilmuan islam. 

Masa Kecil Ibnu Sina

Ayah Ibnu Sina bernama Abdullah dan ibunya bernama Setareh. Sejak masa kanak ia berasal dari keluarga yang bermahdzab Ismailiyah dan akrab dengan pembahasan ilmiah. Hal ini lebih banyak disampaikan melalui ayahnya itu. 

Kecerdasan Ibnu Sina termasuk tinggi dan membuatnya menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar ia tak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu. Ia juga telah menghafal seluruh Al-Quran dalam usia sepuluh tahun. Ia juga belajar aritmetika India dari seorang pedagang sayur bernama Mahmoud Massahi. 

Ketika ia remaja banyak hal yang ia pelajari dan dirinya bingung dengan teori metafisika aristoteles. Dari sinilah ia akhirnya belajar filsafat dan bertemu dengan lebih banyak rintangan lagi setelahnya. 

Ia memberikan banyak perhatian kepada dunia keilmuan dan karena kecerdasannya ini ia cepat menguasai banyak ilmu dan sejak muda ia sudah mahir dalam bidang kedokteran. Akhirnya ia menjadi terkenal sehingga Raja Bukhara Nun bin Mansur memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobati dirinya yang saat itu sedang sakit. Ketika itu juga ia masuk ke dalam perpustakaan besar dan membaca semua buku dan pada usia yang ke 18 ia telah mahir dalam banyak bidang ilmu dari buku yang ia pelajari. 

Ibnu Sina dan Filsafat

Ibnu sina dan filsafat
sumber: iluminasi.com

Ia menulis secara ekstensif pada filsafat islam awal terutama mata pelajaran lgoika, etika dan metafisika. uku tentang Penyembuhan menjadi tersedia di Eropa dalam terjemahan Latin parsial beberapa puluh tahun setelah komposisi, dengan judul Sufficientia, dan beberapa penulis telah mengidentifikasi “Latin Avicennism” sebagai berkembang untuk beberapa waktu, sejalan dengan lebih berpengaruh Latin Averroism, tetapi ditekan oleh dekret Paris dari 1210 dan 1215. psikologi dan teori pengetahuan Avicenna dipengaruhi William dari Auvergne, Uskup Paris dan Albertus Magnus, sementara metafisika berdampak pada pemikiran Thomas Aquinas.

Menulis Kitab Qanun dan Al-Syifa

Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang diberi nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan mengubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Dua kita yang dikenal sepanjang masa adalah kitab Qanun dan Al-Syifa. Dua kitab itu terkenal dalam bidang kedokteran. Al-syifa ditulis dalam 18 jilid dan membahas ilmu filsafat, matiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. 

Sumbangan Dalam Dunia Kedokteran

sumbangan ibnu sina dalam dunia kedokteran
sumber: mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com

Dalam biografi Ibnu Sina, diketahui dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit.

Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman.

Referensi:

Biografi Ibnu Sina – Bapak Kedokteran Modern | Biografiku.com

Ibnu Sina – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.